by

PAGARI SIAP KAWAL FATWA MUI

-Berita-248 views

PAGARINEWS.COM – MATARAM, Dakwah Anti Riba PAGARI bersama Bank NTBS di Lombok gencar dilakukan dengan menggandeng paraktisi perbankan syariah Abu Muhammad Dwiono Koesen Al Jambi atau yang bisa dipanggil dengan AMDK Al Jambi.

Ketua Pagari Kota Mataram, Muhsin menjelaskan bahwa dakwah dilakukan diberbagai tempat sejak hari ahad (6/12) sampai dengan senin (8/12).

“Agenda dakwah anti riba dilaksanakan dibeberapa tempat, ada yang di masjid, komunitas anti riba dan silaturrahim dengan pimpinan pondok pesantren”, jelasnya.

PAGARI memanfaatkan kedatangan AMDK yang diundang Bank NTBS untuk meluruskan persepsi masyarakat terkait perbabkan syariah.

“Posisi PAGARI dalam hal ini adalah mengawal fatwa DSN MUI No. 1 Tahun 2014 tentang Bunga (Interest/Fa’idah), jika ada lembaga keuangan syariah yang dalam prakteknya tidak mengedepankan prinsip-prinsip syariah dalam bermuamalah, ini yang perlu dikritisi,” ujar pemuda kelahiran Lombok tersebut.

Senada dengan hal tersebut,  AMDK Al Jambi sebagai praktisi  menyampaikan kepada masyarakat bahwa perbankan syariah butuh masukan dan kritik dari masyarakat, karena disadarinya bahwa perbankan syariah masih memiliki kekurangan dalam penyampaiannya di tengah masyarakat.

“Kami menyadari bahwa petugas perbankan tidak semua bisa menjelaskan kepada masyarakat terkait akad-akad yang dilakukan dalam perbankan syariah, oleh sebab itu jangan tinggalkan kami, kami butuh masukan dan kritikan,” ujarnya.

Dalam perjalanan dakwahnya  di Lombok, mantan praktisi bank konvensional tersebut  banyak menjawab pertanyaan khususnya terkait praktek perbankan syariah.

Masyarakat sangat antusias dalam setiap tempat yang disinggahi sehingga waktu yang disediakan untuk tanya jawab tidak cukup menjawab pertanyaan dari masyarakat.

Rahmat salah satu Tim dari Bank NTBS yang selalu mendampingi pada setiap dakwah AMDK Al Jambi, akan memfasilitasinya untuk waktu yang lebih lama di NTB.

“Kedepannya Dirut Bank NTBS, Bapak Kukuh  akan memfasilitasi Ustad AMDK Al Jambi untuk melakukan dakwah lebih lama di NTB agar masyarakat dan karyawan Bank NTBS lebih memahami prinsup-prinsip syariah yang harus dipraktekan di Bank NTBS,” ujar Business Manager UMKM di Bank NTBS tersebut.

Antusias juga diaampaikan oleh TGH Ahmad Muchlis pimpinan pondok pesantren Salahuddin Al Ayubi Kediri yang telah memiliki kurikulum pemberantasan riba di koperasi syariah yang dibentuknya. Dengan menggandeng mantan pejabat Dinas Koperasi diharapkan dapat memotong mata rantai pergerakan riba di tengah maayarakat

“Kami memiliki program dalam bentuk kurikulum yang akan diterapkan pada jemaah, sehingga jemaah selain ekonominya terpenuhi, tapi tetap istiqomah juga dalam melaksanakan ibadahnya,” ujar pemuka agama Lombok Barat tersebut.

Ditempat lain Pembina Koperasi Syariah, Nasir Jaelani menyambut baik kehadiran AMDK Al Jambi di Masjid Perumahan Mavilla Mataram, karena dakwah anti riba perlu dikawal oleh para penggiat anti riba di NTB.

”Sosialisasi terhadap Fatwa DSN MUI No. 1 Tahun 2004 harus tetap dikawal, dan teman-teman penggiat anti riba  yang bernaung dibawah PAGARI selalu siap memberikan advokasi jika ada masyarakat yang bermasalah terkait dengan hutang riba,” demikian ujar Nasir.

Semoga dengan bersinerginya kalangan ponpes, penggiat anti riba, perbankan dan koperasi syariah akan menjadi kekuatan besar dalam rangka menghapus riba dari bumi NTB sehingga daerah wilayah timur indonesia menjadi daerah yang bebas riba, makmur dan sejahtera dibawah ridho Alloh Subhanahuwata’aala. (SN)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed