by

Audiensi PAGARI dengan Bank NTB Syariah

-Berita-246 views

PAGARINEWS.COM – Mataram, Beberapa waktu yang lalu PAGARI NTB menghadiri undangan audiensi dari Bank NTB Syariah bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB untuk membahas isu=isu di tengah masyarakat seputar Bank NTB Syariah.

Bank NTB Syairah diwakili langsung oleh Direktur Utama Kukuh Rahardjo dan Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) TGH. Ruba’i Ahmad, mereka berdua sekaligus sebagai narasumber acara tersebut.

Kedua nara sumber menjelaskan berbagai macam akad yang berlangsung di Bank NTB Syariah sekaligus menjawab pertanyaan tertulis dari Pagari NTB yang dihimpun dari masyarakat dan penggiat anti riba terkait pelaksanaan perbankan syariah.

“Kami tidak mengenakan denda keterlambatan, dalam melaksanakan akad murabahah, kami membeli barang yang dibutuhkan nasabah, baru kemdian menjualnya dengan opsi cicilan.” ulas Kukuh Rahardjo menanggapi salah satu pertanyaan dari audiens.

“Kami terbuka menerima koreksi, karena keberadaan bank syariah pada hakikatnya mau menjawab kebutuhan dari muamalah masyarakat yang dilakukan tanpa riba,” tambah Kukuh lagi.

TGH Ruba’i selaku Ketua DPS Bank NTB Syariah menambahkan tentang pengawasan dan koreksi yang secara maksimal sudah dilakukan. “Dalam fiqh adalah wajar timbul perbedaan, selagi kaidah-kaidah yang sudah disusun ulama menjadi rujukan, mudah-mudahan apa yang dilakukan saat ni tetap sesuai dengan tuntunan,” tegas Tuan Guru.

Perwakilan PAGARI mengkoreksi secara khusus proses konversi dari Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah, terutama berkaitan dengan outstanding dan mekanisme dalam memperbaharui akadnya.

Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) juga mendapat sorotan agar dapat lebih diopitmalkan untuk membebaskan masyarakat dari jeratan riba khusunya dari prara rentenir. Selain itu dalam pelaksanakannya agar dibentuk sebuah Tim dengan Keputusan Gubernur yang terdiri dari unsur-unsur tokoh agama, ormas islam yang memiliki otoritas untuk memberikan rekomendasi terhadap masjid yang mendapat bantuan program Mawar Emas tersebut.

Dalam pertemuan selanjutnya Bank NTB Syariah juga menjanjikan akan menerbitkan kartu debit kepada anggota Pagari yang fungsinya sebagai kartu anggota dan kartu ATM, janji Kukuh.

Pagari menyambut audiensi perdana ini sebagai sinkronisasi pergerakan anti riba dengan lembaga keuangan syariah agar tidak timbul gap di lapangan yang justru akan kontraproduktif dalam memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.

Presiden Pagari yang datang khusus untuk menghadiri pertemuan tersbut mengatakan bahwa pergerakan Pagari di NTB sudah terbilang lengkap dengan dukungan Gubernur, MUI Perbankan dan pengusaha menuju NTB yang sejahtera tanpa riba.

Penetapan beberapa lokasi di NTB sebagai kawasan bebas riba yang dinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB dan telah dikukuhkan oleh Gubernur NTB pada Januari 2019 lalu, menjadi spirit pergerakan dan menginspirasi daerah lainnya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang terbeas dari riba.

PAGARI akan senantiasa mengawal dan mendorong pertumbuhan lembaga keuangan syariah, diantaranya dengan mengoreksi implementasinya di lapangan. Selain itu juga menggandeng lembaga keuangan syariah lainnya serta mengarahkan masyarakat untuk hijrah dari lembaga keuangan RIBA.

Pertemuan audiensi tersebut mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari OJK, BI dan Pemerintah Provinsi. (*)

News Feed