by

YLH INTRA, HARAPAN BARU PENGGIAT ANTI RIBA

-Catatan-536 views

Oleh : L.A. Muhsin Mungguh, SH

Intimidasi, diburu, makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, rasa malu dan gelisah yang tidak berkesudahan merupakan hal-hal yang biasa dihadapi seorang debitur ketika kreditnya mulai macet.

Sesuatu yang luput dari prediksi ketika mengajukan kredit di bank yaitu bila terjadi bencana alam, pandemi covid-19, PHK dan musibah lainnya. Semua itu membuat segala rencana yang disusun bisa berantakan, bahkan ada yang sampai bunuh diri karena tidak kuat menghadapinya, na’udzubaahiminzaalikh.

Melihat kondisi tersebut maka dibentuklah Yayasan Lembaga Hukum Indonesia Tanpa Riba Nusa Tenggara Barat (YLH INTRA NTB), sebuah lembaga advokasi yang dibentuk oleh Presiden Pagari Nusantara, Ahmad Taufik yang sekaligus merupakan pendiri dari YLH INTRA Pusat.

Sebuah harapan besar diberikan kepada lembaga advokasi tersebut mengingat tidak sedikit debitur yang membutuhkan pendampingan untuk menyelesaikan masalahnya di NTB.

Baru sekitar 5 hari dibentuk sudah ada sekitar 7 orang yang mendaftarkan diri agar dapat dibantu dalam menyelesaikan permasalahannya. Mulai dari penghapusan bunga, pelunasan dengan discount, pengurangan sisa kewajiban, pencegahan pelelangan, dan sejenisnya.

Yang membuat terenyuh adalah ketika calon klien membawakan makanan, menyumbang karpet, memberikan bantuan operasional lainnya sehingga menyebabkan mau tidak mau ini merupakan tantangan bagi pengurus LH INTRA NTB untuk terus berazam dapat menyelesaikan satu per satu kasus demi kasus agar kliennya bisa tetap berusaha tanpa menanggung beban. Sehingga slogan “Habis Riba Terbitlah Daya” akan segera dapat terwujud di salah satu provinsi di Indonesia bagian timur tersebut.

Dengan suport dari penggiat anti riba di NTB serta ikhtiar dari pengurus LH INTRA semoga menjadikan daerah ini bisa segera terbebas dari praktek riba dan menjadikan provinsi yang diberkahi.

Semoga Aamiiin.

(Penulis adalah Sekretaris LH INTRA NTB)

News Feed