by

Hormati Proses Gugatan, Polresta Mataram Tolak Laporan Pemenang Lelang

-Berita-901 views

PAGARINEWS.COM, MATARAM-Pemenang lelang berinisial ETA melaporkan Pagari NTB ke Polresta Mataram karena dianggap memaksakan diri memasuki rumah yang telah dimenangkan olehnya melalui mekanisme lelang di KPNKL Mataram.

Hal ini berawal pada hari kamis (26/11) seusai mengikuti sidang di Pengadilan Mataram, Presiden Pagari Ahmad Taufik bersama Ketua LH INTRA NTB Darma Yustiawan beserta Gubernur Pagari NTB Faturrahman meninjau obyek sengketa yang tidak jauh dari lokasi persidangan.

Pada saat yang sama pemenang lelang telah menunggu di sekitar rumah tersebut, tepatnya di ruko salah satu keluarganya, namun hal tersebut tidak menyurutkan langkah Pagari untuk memasang plank yang bertuliskan “RUMAH INI DALAM GUGATAN PENGADILAN dengan nomor perkara 254/Pdt.G/2020/PN.Mtr.

Tindakan Pagari mendapat halangan dari ETA yang mengaku sebagai pemilik sah karena telah memenangkan pelelangan sebagaimana tercantum dalam risalah pelelangan dan tidak tanggung-tanggung ia akan mengajukan gugatan balik karena suaminya juga adalah seorang pengacara.

Ketua LH INTRA NTB, Darma Yustiawan menghimbau kepada anggota Pagari agar tetap tenang dan tidak terpancing atas situasi tersebut dan Presiden Pagari juga memberikan ‘tausiyah’ bahwa mempertahankan aset merupakan tantangan yang paling berat dalam proses advokasi, namun setelah tahapan ini berlalu maka tahapan berikutnya akan menjadi lebih mudah.

Yus, sapaan Ketua LH INTRA NTB tetap berkomitmen bahwa obyek sengketa tetap dalam status quo seperti yang pernah disepakati sebelumnya ketika pertemuan petama dilakukan oleh LH Intra dengan pihak keluarga pemenang lelang.

Para pihak tidak boleh memasuki rumah sampai sidang gugatan di pengadilan diiputus inkrach. Namun rupanya ETA tetap ngotot dan meremas plank yang dibuat dari bahan vinyl tersebut.

“Kami sudah bersepakat dengan pemenang lelang dihadapan Babinkamtibmas dan Kepala Lingkungan untuk menjadikan status quo terhadap obyek sengketa, tapi rupanya kesepakatan tersebut dilanggar”, ujar Yus.

Pemilik percetakan di Kota Mataram tersebut mengubungi Babin Kamtibmas untuk mendamaikan suasana agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan dan akhirnya tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti anggota Pagari memasukkan kembali barang-barang yang telah dikeluarkan beberapa hari belakangan ini atas perintah Pemenang Lelang.

Menjelang magrib beberapa personil dari  Polresta Mataram  mendatangi obyek sengketa untuk melihat situasi dan menyampaikan kepada Presiden Pagari, Ketua LH Intra NTB dan Ishak Ketua Pagari Lombok Barat untuk hadir mengikuti mediasi di Polresta Mataram hari Jum’at (27/11). Pada saat itu ketiga orang tersebut masih stand by di lokasi obyek sengketa.

Pada hari Jum’at (27/11) ETA hadir ditemani suaminya yang seorang pengacara, sementara PAGARI diwakili oleh Habib Ahmad sebagai Kuasa Hukum LH INTRA dan dilain pihak perwakilan BRI dan Babinsa Kelurahan Ampenan Utara turut hadir di Polresta Mataram dalam mediasi yang diinisiasi oleh pihak Polres Mataram yang diwakili oleh Kasat Reskrim, AKBP Kadek Adi Budi Astawa.

Pada pertemuan tersebut ETA memanfaatkan kesempatan untuk melaporkan kejadian kemarin di obyek sengketa. Akan tetapi pihak kepolisian menolak laporan tersebut dan menyarankan kepada pihak yang menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (incraht).

Kasat Reskrim dalam pertemuan tersebut menanyakan kepada perwakilan BRI terkait dugaan tidak proseduralnya tahapan sampai obyek sengketa diusulkan untuk dijual melalui proses pelelangan, namun jawaban yang diberikan tidak jelas dan akan disampaikan kembali pada pertemuan berikutnya.

Sementara kuasa hukum LH INTRA Habib Ahmad tetap bertahan agar obyek sengketa distatusquokan sambil menunggu putusan incracht akan tetapi jika pemenang lelang tetap memaksakan diri untuk memasuki obyek sengketa maka hal yang sama akan dilakukan pula oleh penggugat.

Terkait laporan yang dilakukan pemenang lelang, kuasa hukum juga akan memeprtimbangkan hal yang sama untuk melaporka balik.

“Jika pemenang lelang melaporkan Pagari karena peristiwa yang terjadi di obyek sengketa, hal yang sama bisa saja kita lakukan atas perbuatannya di lokasi yang sama,” ujar Habib Ahmad.

Sebelum pertemuan ditutup, Kasatreskrim berpesan kepada para pihak agar mencari jalan terbaik dengan cara musyawarah dan kepala dingin sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

Sidang berikutnya yang akan dilaksanalan pada hari kamis (3/12) pekan depan dengan agenda mediasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Mediasi dimana  hal tersebut merupakan cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan Para Pihak dengan dibantu oleh Mediator. (LAMM)

News Feed