by

Habis Riba Terbitlah Daya

-Catatan-156 views

PAGARINEWS.COM – Setelah akad RIBA terjadi, debitur ada pada posisi yang menentukan apakah maksiat RIBA tersebut akan diteruskan atau di hentikan.

Enggak butuh lama memutuskan stop maksiat bayar RIBA, sekali lagi tdk sepadan apa yg kita khawatirkan kalau berhenti maksiat dgn ancaman kalau masih terus melakukan. Memerangi Allah dilakukan lebih dulu oleh para pelaku RIBA, termasuk debiturnya.

Aturan Allah dibenturkan dgn aturan manusia, apa sih yg dikhawatirkan kalau aturan manusia yg kita kalahkan.

Biasanya :

  1. Dibuat malu dan takut dgn tekanan penagihan. Padahal kalau sudah tobat, engga akan ada lagi perasaan tsb.
  2. Denda, berapapun banyaknya bertambah bisa dihapus.
  3. Penarikan atau lelang jaminan, ini hanya bisa terjadi kalau tdk melakukan pembelaan.

Masuk ke advokasi hukum, kalau sudah menginsyafi apa yg menjadi maksiatnya, kita punya hak utk tdk bayar RIBA.

Bebas RIBA engga butuh uang, krn bayar RIBA itu haram. Otoritas ulama negeri kita sudah menyatakan tegas soal itu, pintu masuk terhadap hak konstitusional warga negara beragama islam krn tdk membayar RIBA adalah keyakinan beragama yg dilindungi undang-undang.

Pendeknya, mau begitu atau biar pengadilan yg memutuskan.

Sekedar wawasan saja, utk mengurus sendiri ribet, buang waktu & mengganggu mood. Sudah ada LBH RCC & LBH Intra, tinggal dikuasakan saja. Gratis kok, cuma ganti biaya operasional yg juga pasti dikeluarkan kalau urus sendiri.

Mekanisme kuasa diatur dlm KUHPer pasal 1792, kalau sudah dikuasakan tinggal fokus pemberdayaan.

Bebas RIBA sudah, hutangnya dikumbah. Habis RIBA terbitlah DAYA. Lanjut advokasi ekonominya.

Satu-satunya cara bebas hutang ya cuma dibayar, maka butuh sumber income lebih banyak utk bebas hutangnya dan supaya tdk perlu hutang lagi kedepannya.

Bebas RIBA sekarang juga & bebas hutang seumur hidup, itu diwadahi secara fokus & berkelanjutan melalui PAGARI.

Sudah PAGARI areanya ?

News Feed