by

Desy Luciana; Tidak Pernah Tenang Terus, Hingga Kapan Ngeriba?

-Inspirasi-802 views

PAGARINEWS.COM (True Story) Mataram , Kemudahan mendapatkan uang banyak hanya dengan menitipkan selembar kertas kepada Pihak Bank jadikan saya lupa akan apa yang Allah SWT tetapkan.Namun kini semuanya berlalu dan Allah swt berikan kehidupan yang lebih menenangkan bagi saya dan keluarga.


Saat itu mulai dari CPNS 2010 saya memulainya dengan berhutang KPR BNI tahun 2011 selanjutnya di Bank NTB dengan 3 kali take over berali lagi ke Bank BRI Syariah, 4 Koperasi Simpan Pinjam, 3 di Pengadaian, belum lagi Motor digadai pada perorangan, sawah gadai pada perorangan. Dan ada sekitar 12 Titik RIBA, astagfirullah.


Semua hutang itu akadnya Rentang 2011 – 2015 dan saat rentan itu juga saya menambahka dengan main Forex (jelas riba nya ). Pake modal Riba. Sejak a wal tahun 2015 sampai akhir tahun 2016 saya bener bener merasakan kejamnya Riba dengan apa yang telah lakukan.


Saat itu kami sudah tidak bisa lagi setor cicilan yang begitu banyak dan karena kewajiban yang saya rasakan tidak jelas saya pun gali lubang tutup lubang yang menyebabkan hutang kami semakin menumpuk. Sampe untuk beli beras aja kami kesulitan bahkan anak-anak kami sekolah sering tidak membawa uang jajan dan terbayang bagaimana mereka disekolah ketika anak yang lain belanjakan uang mereka sementara anak saya tidak memilikinya.


Ketika pada suatu saat saya menangis dan berdoa sama Allah swt, Ya Allah saya tidak akan mau berhutang lagi. Hamba mohon pertolongan MU…Ya Rabbi…saya dan suami cuma bener bener bergantung sama Allah. Tetap yakin sama pertolongan Allah SWT .


Proses ini sangat berat bagi keluarga kami dan ketika proses ini sangat berat kami jalani hanya kepada Allah swt tempat kami sandarkan keluhan hati ini. Tidak bisa beli beras untuk kami masak , tidak memiliki Uang sepeser pun dan kondisi anak anak belum makan. Semoga Allah Swt tunjukan kuasanya.

Allahuakbar …betapa sedihnya kami saat itu dan yang ada hanyalah berdoa sehingga kami sama sekali tidak menyadari Selang beberapa jam kami keluar rumah dan terkejut ada beras didepan pintu rumah kami yang sederhana .


Saya tidak tau datangnya dari mana yang pasti sudah ada di depan rumah. Kami tanya tetangga kanan kiri barang kali ada yg pesen on line terus salah alamat ternyata tetangga tidak merasa kalo beras itu ada yang memilikinya.
Alhamdulillah ini pertolongan dari Allah SWt kami masak beras itu dan setelah matang kami makan bersama keluarga hanya dengan menikmati Nasi Hangat dan Garam karena itu yang kami miliki ketika itu.


Tahun 2016 saat itu saya ikut Seminar RCC di Hotel Puri Indah saya lupa bulannya. Masyaa Allah di situ dijelaskan langkah-langkah cara melunasi hutang. Tobat riba dan membuat list hutang dari yang terkecil.


Sepulang dari Puri Indah Hotel saya dan suami buat list hutang kami dari yang terkecil mulai kami berusaha melunasinya . saya sudah mulai ikhlas kehilangan 3 perhiasan yang digadai ,kami ikhlaskan untuk tidak ditebus karena tidak memiliki uang juga, motor yang di gadai kami jual ke org yang tempat kami gadai dan ketika Saat itu saya belum berani stop angsuran di Bank.

Ketika hutang kecil sudah mulai lunas dan akan melunasi hutang yg besar baru kami mulai stop angsuran di Bank dan mendapatkan tekanan yang luar biasa dari bank dan kata orang ini bikin saya nangis bombai, he..
Hampir settiap bulan saya didatangi bank ke sekolah dan ditagih, tujuannya untuk menjatuhkan mental saya di depan rekan rekan guru. Tapi masyaa Allah Allah Swt memberi kekuatan kepada saya untuk hadapi segalanya dengan tenang dan tabah dan juga selalu diberikan support oleh saudara saudari saya di pagari yakni sebuah Paguyuban yang bikin saya ingat akan bagaimana Riba sangat bahaya bagi kehidupan kita.

Ihklas kehilangan untuk bebas RIBA, Suami jual aset untuk melunasi hutang kami yang besar dan kekurangannya di bantu sama teman teman KBRI Pagari NTB. Alhamdulillah saat pelunasan cuma bayar sisa pokok nya saja. Dan kini walau terlihat sangat sederhana kehidupan saya dan anak anak namun sangat merasakan kebahagiaan sehingga merasakan kehidupan kami saat ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Alhamdulillah.

Semoga apa yang saya sampaikan ini menjadikan pembelajaran kepada saya dan keluarga betapa dahsyatnya Riba merusak kehidupan kita , belum lagi nanti kita akan memikul Dosa dosanya. Semua nampak ada namun fatamorgana belaka, semua terlihat ada namun tidak membawa ketenangan sama sekali, terus sampai kapan akan NGeriba ?.

News Feed