by

Putusan (pengadilan) dunia yang tak lagi menakutkan

-Inspirasi-501 views

Sore itu di bulan Maret 2017, jantung ku berdetak lebih kencang dari pada waktu2 sebelumnya. Aliran darah seolah terpompa ke segala arah tak menentu. Perasaan tidak bisa di deskripsikan meski dengn sejuta kalimat. Tempurung lututpun seolah ingin keluar dari tempatnya. Itu mungkin penggambaran sederhana seseorang yang lemas lunglai secara fisik dikarenakan psikis dan mentalnya di intimidasi algojo penagih hutang.

Sapaanya memang tidak kasar, namun tidak juga bisa dibilang halus. Bahasa tertata penuh tekanan khas kolektor hutang. Maksud kedatangannya adalah untuk membeli rumah ku, tepatnya bisa dibilang eksekusi secara paksa.

“Bu… Maksud kedatangan saya, ingin membantu menyelesaikan hutang2 ibu. Biarlah rumah ini dijual saja bu, nanti ibu bisa tetap tinggal disini sampai ibu dapat rumah kontrakan. Ada uang 400jt saya siap bayarkan”.

Seenaknya ia kasih harga, hanya karena tahu situasi ku yang tidak menguntungkan. Bertahun2 aku berusaha dengan segenap daya, ikhtiar dan doa tak kunjung henti supaya bisa terlepas dari RIBA. Aku tahu kedatangan tamu itu berkenaan dengan hutang RIBA disalah satu lembaga, yang saat itu sudah ku terima surat peringatan ketiganya. Rumah ku, asset satu-satunya cuma dihargai separuh dari harga pasar.

Perjuangan para penyelenggara RIBA dalam rangka menagih begitu gigih luaarrr biasaa. Jumat sore sepulang beraktifitas, surat dari Pengadilan Negeri dititipkan via tetangga. Dialamatkan kepada ku dan aku dipanggil sebagai TeRGuGAT. Bukan petir lagi yg menyambar, kali ini bak Tsunami menghantam badan ku yang kecil ini.

Aku jatuh lunglai, aku fikir ini akhir cerita dan adzab karena telah melakukan RIBA. Hutang awal senilai 185jt, dipotong provisi dll hingga yg diterima hanya tdk seberapa. Hutang yg ditagih kini senilai 256jt padahal sdh melakukan cicilan sebesar 90jt an !!

Semula uang dari hutang tsb aku niatkan untuk menambah modal usaha. Kalkulasi matematis sedemikian luar biasa. Secara akal manusia seolah tidak mungkin akan merugi, perkiraan ku bahwa tidak akan sampai 3 bulan hutang akan terlunasi. Aku melupakan ancaman Alloh akan RIBA. Lihatlah akhirnya apa yang terjadi, belum lagi usaha jalan, sudah menderita kerugian yang bahkan hingga harta selain hutangpun terpaksa tergulung.

Perkenalan dengan RCC atau RIBA crisis center hanya melalui sebuah laman FB, beberapa kali mengadukan persoalan ini, pada saat yang tepat akhirnya bertemu dengan adminnya. Setelah berbincang beberapa saat, aliran darah normal kembali mengalir. Aku merasa ada yg menemani dan peduli akan masalah ini, aku kembali ke rumah dengan senyuman, sudah dipastikan bahwa ada solusi atas permasalahan jadi tidak segugup tempo hari.

Hari2 persidangan pun tiba, khas orang menghadapi persidangan, apalagi menyandang status sebagai Tergugat, tidak mudah menata hati agar tenang. Alhamdulillah, Mental ku tersupport dengan kehadiran barisan org2 ikhlas, Mereka kawan2 dari RCC. MasyaAlloh, Jika tak malu, mungkin teriakan sekaligus air mata berlinang2 tanda haru. Sidang demi sidang terlampaui. Sidang perdata dengan durasi waktu 25 hari yang luar biasa menguras psikis, waktu & tenaga.

Hari-hari persidangan seolah jadi tempat kopdar, bergantian aku ditemani oleh kawan-kawan pagari Depok dan Bogor. Kami jadi saling mengenal dan bahkan mulai bicarakan bisnis. Terima kasih ya Alloh. Engkau jumpakan hamba dengan orang2 baik, yang menegakkan salah satu syariat Engkau memerangi RIBA. Aku sangat terbantu.

Hari itu ketok palu putusan, setelah hari2 penundaan putusan. Aku sangat siap dengan apapun yang terjadi. Mengutip admin RCC, bahwa hari putusan itu semoga menjadi hari dimana aku terlepas dari dosa RibA. Dimana ikhtiar sudah dilakukan maksimal. Pada akhirnya bukan soal nominal, tapi soal kemenangan melawan kedzaliman. Gugatan utama yaitu eksekusi rumah tidak terpenuhi, gugatan denda pun tdk terpenuhi. Alhamdulillah ya Alloh… aku merasa seolah beban berton-ton hilang dari pundak ku.

Terima Kasih kawan2 team LBH Indonesia Tanpa RIBA & RIBA Crisis center juga kawan2 seperjuangan yg support, yang tdk ada lelahnya membantu doa.

seperti dituliskan Ny YB untuk Pagarinews

News Feed