by

Kepedihan yang (mungkin) berulang.

-Inspirasi-243 views

Kisah ini terjadi ketika aku SMP, derita RIBA yang renggut tempat tinggal dan buat orang tua ku bercerai.

Berawal dari pinjaman seorang rentenir, sekitar tahun 1995. Ibu ku memberanikan diri ambil Rp 30 Jt hingga entah bagaimana ceritanya sampai Rp 100 Jt, tapi ditagihny waktu itu dengan kesepakatan paksa penyerahkan rumah kami senilai Rp 200 Jt !!

Dari keluarga kampung yang polos, ayah ku hanya seorang pengusaha pompa air, merasa hutang itu adalah kewajiban yang harus ditunaikan. Akhirnya kami sekeluarga pergi tanpa bawa apa-apa, kembali mengontrak rumah, hanya keluarga ayah yang tidak terima menjatuhkan talak. Aku ikut ayah dan kakak ku ikut ibu, karena buat keluarga besar tidak punya rumah adalah aib.

Lebih kurang 6 tahun orangtua berpisah, hingga aku kuliah keluar kota dan ayah ku sudah punya rumah kembali mulai dari beli tanah dan membangunnya bertahap. Mereka kembali rujuk, kami memulai hidup baru kembali utuh sebagai keluarga.

Hari ini dibulan Mei 2017 aku bagai keruntuhan langit, ayah ku telpon mengabarkan agar aku pulang. Ibu ku kembali pinjam rentenir yang sama, dengan cerita yang akan berulang seperti 26 tahun silam !! Ayah ku kini sakit-sakitan, harus menerima kenyataan ibu ku berhutang dan mengulangi kesalahan fatal itu.

Rentenir ini hidup dengan bergelimang harta, tinggal di rumah besar nan mewah dibilangan Kebayoran Lama Utara, punya banyak rumah yang disewakan di sana, salah satunya adalah rumah kami dulu.

Kali ini saya tidak akan tinggal diam, suami ku seorang penggiat anti RIBA menguatkan terus buat melawan. Kini bersama LBH Indonesia Tanpa RIBA (INTRA), kami dalam proses pembebasan itu, melawan kezaliman yang di lazimkan disana bertahun-tahun lamanya.

Ibu ku begitu tertekan, berulang-ulang mengancam bunuh diri. Kami bertekad akan tuntaskan hingga ke sumber petakanya, memastikan betul bahwa hal ini tidak terus berulang-ulang. Kami akan berjuang agar praktek renten ini berakhir di sana, LBH INTRA telah memberikan komitmen utk secara penuh mengadvokasi dan sebisa mungkin menutup gurita RIBA yang kian meraksasa. AllahulMusta’an.

Seperti di ceritakan NN untuk pagarinews

News Feed